Dalam WBS kita akan membuat daftar fase-fase pengerjaan project.
Beberapa fase tergantung dari fase sebelumnya, tetapi ada juga beberapa
fase yang bisa dikerjakan secara bersama-sama. Dari analisa ini kita
bisa memperkirakan kapan project bisa dimulai dan kapan project bisa
selesai.
Kamis, 03 Desember 2015
PENTINGNYA MANAJEMEN KONTROL KEAMANAN PADA SISTEM
Manajemen informasi adalah kunci dari kesuksesan yang kompetitif
dalam semua sektor ekonomi.Karena kelangsungan sebuah bisnis
dipengaruhi oleh informasi
yang termanajemen dengan baik. Informasi ini disajikan dalam berbagai
format seperti : catatan, lisan, elektronik, pos,maupun audio visual.
Rabu, 25 November 2015
JURNAL TELEMATIKA
TELEMATIKA
oleh:
Raden Fajar Yoga A
Jurusan Sistem Informasi
Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informatika, Universitas Gunadarma
Abstrak
Telematika merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya
adalah “TELEMATIQUE” yang kurang lebih dapat diartikan sebagai
bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.
Pertama kali istilah Telematika digunakan di Indonesia adalah pada
perubahan pada nama salah satu laboratorium telekomunikasi di ITB pada
tahun 1978.
Cikal bakal Laboratorium Telematika berawal pada tahun 1960-an.
Sempat berganti-ganti nama mulai dari Laboratorium Switching lalu
Laboratorium Telekomunikasi Listrik. Seiring perjalanan waktu dan
tajamnya visi para pendiri, pada tahun 1978 dilakukan lagi perubahan
nama menjadi Laboratorium Telematika. Ketika itu, nama Telematika tidak
sepopuler seperti sekarang. Pada tahun 1978 itulah, di Indonesia,
istilah Telematika pertama kali dipakai.
Para praktisi mengatakan bahwa TELEMATICS merupakan perpaduan dari
dua kata yaitu dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” yang merupakan
perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga
dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari
perkembangan teknologi digital. Dalam wikipedia disebutkan bahwa
Telematics juga sering disebut dengan ICT (Information and
Communications Technology).
Pendahuluan
Latar Belakang
Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi. Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology). Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).
Landasan Teori
Pengertian Telematika
Para praktisi menyatakan bahwa TELEMATICS adalah singkatan
dari TELECOMMUNICATION and INFORMATICS sebagai wujud dari perpaduan
konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal
sebagai (the new hybrid technology) yang lahir karena perkembangan
teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi
telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer
dengan istilah konvergensi. Semula Media masih belum menjadi bagian
integral dari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada
saat itu.
Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan
sistem komunikasi ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru.
Lebih jauh lagi istilah TELEMATIKA kemudian merujuk pada perkembangan
konvergensi antara teknologi TELEKOMUNIKASI, MEDIA dan INFORMATIKA yang
semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi TELEMATIKA
kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi
digital atau (the Net).
Pembahasan
Fungsi Telematika
Di Indonesia, pengaturan dan pelaksanaan mengenai berbagai bidang
usaha yang bergerak di sektor telematika diatur oleh Direktorat Jenderal
Aplikasi Telematika. Fungsi Departemen di bidang Aplikasi Telematika
yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Komunikasi dan
Informatika Republik Indonesia. Fungsinya meliputi:
- Penyiapan perumusan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
- Pelaksanaan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
- Perumusan dan pelaksanaan kebijakan kelembagaan internasional di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
- Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
- Pembangunan, pengelolaan dan pengembangan infrastruktur dan manajemen aplikasi sistem informasi pemerintahan pusat dan daerah;
- Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi;
- Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika.
Peranan Telematika
Peranan Telematika dalam bidang Pendidikan antara lain:
1. Video Teleconference
Keberadaan teknologi ini memungkinkan siswa atau mahasiswa dari seluruh dunia untuk dapat berkenalan, saling mengenal bangsa di dunia. Teknologi ini dapat digunakan sebagai sarana diskusi, simulasi dan dapat digunakan untuk bermain peran pada kegiatan pembelajaran yang berfungsi menumbuhkan kepercayaan diri dan kerjasama yang bersifat sosial
2. Pelatihan Jarak Jauh dalam jaringan Cyber System
Pendidikan dan pelatihan jarak jauh diperlukan untuk memudahkan akses serta pertukaran data, pengalaman dan sumber daya dalam rangka peningkatan mutu dan keterampilan professional dari SDM di Indonesia. Pada gilirannya jaringan ini diharapkan dapat menjangkau serta dapat memobilisasikan potensi masyarakat yang lain, termasuk dalam usaha, dalam rangka pembangunan serta kelangsungan kehidupan ekonomi di Indonesia, baik yang bersifat pendidikan formal maupun nonformal dalam suatu “cyber system”.
3. Perpustakaan Elektronik (e-library)
Perpustakaan yang biasanya arsip-arsip buku dengan di Bantu dengan teknologi informasi dan internet dapat dengan mudah mengubah konsep perpustakaan yang pasif menjadi agresif dalam berinteraksi dengan penggunanya. Homepage dari The Library of Congress merupakan salah satu perpustakaan yang terbesar di dunia. Saat ini sebagian informasi yang ada di perpustakaan itu dapat di akses melalui internet.
4. Surat Elektronik (e-mail)
Dengan aplikasi sederhana seperti e-mail maka seorang dosen, pengelola, orang tua dan mahasiswa dapat dengan mudah berhubungan. Dalam kegiatan di luar kampus mahasiswa yang menghadapi kesulitan dapat bertanya lewat e-mail.
5. Ensiklopedia
Sebagian perusahan yang menjajakan ensiklopedia saat ini telah mulai bereksperimen menggunakan CD ROM untuk menampung ensiklopedia sehingga diharapkan ensiklopedia di masa mendatang tidak hanya berisi tulisan dan gambar saja, tapi juga video, audio, tulisan dan gambar, dan bahkan gerakan. Dan data informasi yang terkandung dalam ensklopedia juga telah mulai tersedia di internet. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan maka data dan informasi yang terkandung dalam ensiklopedi elektronik dapat diperbaharui.
6. Sistem Distribusi Bahan Secara Elektronis ( digital )
Dengan adanya sistem ini maka keterlambatan serta kekurangan bahan belajar bagi warga belajar yang tinggal di daerah terpencil dapat teratasi. Bagi para guru SD yang mengikuti penyetaraan D2, sarana untuk mengakses program ini tdk menjadi masalah karena mereka dapat menggunakan fasilitas yang dimiliki kantor pos yang menyediakan jasa internet.
7. Dokumen Elektronik (e-document)
Ilmu pengetahuan tersimpan dalam berbagai bentuk dokumen yang sebagian besar tercetak dalam bentuk buku, makalah atau laporan informasi semacam ini kecuali sukar untuk diakses, juga memerlukan tempat penyimpanan yang luas. Beberapa informasi telah disimpan dalam mudah dikomunikasikan. Mirip halnya dengan perpustakaan elektronik, informasi ini sifatnya lebih dinamik (karena memuat hal-hal yang mutakhir) dapat dikelola dalam suatu sistem.
Kesimpulan
Telematika adalah istilah untuk mendefinisikan Telekomunikasi melalui media informatika. Berdasarkan definisi di atas telematika sebenarnya mencakup dua teknik yaitu: telekomunikasi dan informatika. yang bisa di gunakan untuk kepentingan personal, komersial, dan alat untuk sistem keamanan.
Daftar Pustaka
http://virtuallight2.blogspot.co.id/
http://dee-x-cisadane.webs.com/apps/blog/show/19169220-sejarah-penerapan-dan-perkembangan-trend-telematika-ke-depan
https://id.wikipedia.org/wiki/Telematika
Selasa, 24 November 2015
MIDDLEWARE
Middleware adalah perangkat lunak komputer
yang menyediakan layanan untuk aplikasi perangkat lunak di luar yang tersedia
dari sistem operasi. Hal ini dapat digambarkan sebagai "perangkat lunak lem".
Middleware memudahkan pengembang perangkat lunak untuk melakukan komunikasi dan
input / output, sehingga mereka dapat fokus pada tujuan khusus dari aplikasi
mereka. Middleware adalah perangkat lunak yang menghubungkan komponen perangkat
lunak atau aplikasi perusahaan. Middleware adalah lapisan perangkat lunak yang
terletak di antara sistem operasi dan aplikasi pada setiap sisi jaringan
komputer terdistribusi. Biasanya, mendukung kompleks, aplikasi bisnis perangkat
lunak yang didistribusikan.
SPEECH SYNTHESIS
Speech
synthesis adalah sebuah kemampuan bicara manusia yang dibuat oleh manusia
(artificial). Sebuah sistem komputer digunakan untuk tujuan ini yang disebut
sebagai speech synthesizer, dan dapat diimplementasikan ke dalam software atau
hardware. Sebagai contoh sebuah sistem text-to-speech (TTS) yang dapat
mengkonversikan teks dengan bahasa biasa menjadi suara.
COMPUTER VISION
Computer
Vision adalah ilmu dan teknologi mesin yang melihat, di mana mesin mampu
mengekstrak informasi dari gambar yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas
tertentu. Sebagai suatu disiplin ilmu, visi komputer berkaitan dengan
teori di balik sistem buatan bahwa ekstrak informasi dari gambar. Data gambar
dapat mengambil banyak bentuk, seperti urutan video, pandangan dari beberapa
kamera, atau data multi-dimensi dari scanner medis. Sedangkan sebagai disiplin teknologi,
computer vision berusaha untuk menerapkan teori dan model untuk pembangunan
sistem computer vision.
SPEECH RECOGNITION
Automatic
Speech Recognition (ASR)—adalah suatu pengembangan
teknik dan sistem yang memungkinkan komputer untuk menerima masukan berupa kata
yang diucapkan. Teknologi ini memungkinkan suatu perangkat untuk mengenali dan
memahami kata-kata yang diucapkan dengan cara digitalisasi kata dan mencocokkan
sinyal digital tersebut dengan suatu pola tertentu yang tersimpan dalam suatu
perangkat. Kata-kata yang diucapkan diubah bentuknya menjadi sinyal digital
dengan cara mengubah gelombang suara menjadi sekumpulan angka yang kemudian
disesuaikan dengan kode-kode tertentu untuk mengidentifikasikan kata-kata
tersebut. Hasil dari identifikasi kata yang diucapkan dapat ditampilkan dalam
bentuk tulisan atau dapat dibaca oleh perangkat teknologi sebagai sebuah
komando untuk melakukan suatu pekerjaan, misalnya penekanan tombol pada telepon
genggam yang dilakukan secara otomatis dengan komando suara.
Layanan Keamanan Pada Kasus Keamanan Perbankan (Tugas Pengantar Telematika # : Jurnal Kasus)
Nama: Raden Fajar Yoga A
Kelas: 4KA11
NPM: 15112841
3.1 Kejahatan Penyalahgunaan ATM yang Banyak Terjadi di Indonesia
Definisi
kejahatan perbankan berdasarkan Undang-Undang No 7 Tahun 1992
sebagaimana diubah dengan Undang-Undang No 10 Tahiun 1998 tentang
Perbankan tidak memeberika definisi yang tertentu tentang kejahatan
perbankan.
Meski tidak memberikan definisi tentang kejahatan perbankan, UU perbankan menetapkan 13 definisi dari pasal 46 sampai dengan Pasal 50A. Ketiga belas kejahatan perbankan tersebut dapat digolongkan kepada 4 macam yaitu
Dengan meningkatnya kejahatan di bidang perbankan yang baik dilakukan oleh pengurus-pengurus bank, bankir-bankir yang memanfaatkan bank yang dikelolanya dijadikan alat untuk memperkaya diri sendiri atau kepentingan diri sendiri sebagaimana contoh telah diuraikan sedikit diatas maupun sebagai jawaban atas meningkatnya resiko yang dihadapi oleh perbankan maka diperlukan suatu pengawasan dan pembinaan yang baik terhadap bank yang merupakan kewenangan Bank Indonesia dan juga penigkatan prinsip kehati-hatian oleh pihak bank sendiri di dalam menjalankan usahanya.
Kelas: 4KA11
NPM: 15112841
JURNAL KASUS : LAYANAN
KEAMANAN PADA KASUS KEAMANAN PERBANKAN (ATM)
ABSTRAK
ATM (Automatic Teller Machine)
atau Anjungan Mandiri masih menjadi primadona di Indonesia. Ini terbukti
jika melihat banyaknya atm di sudut jalan, mal-mal hingga supermatket
kecil. Namun hingga kini ATM masih memilki baergagi kelemahan seperti
saldo terpotong namun transaksi gagal, uang yang dikeluarkan ATM rusak,
kartu ATM tertelan dan lain-lain.
Tingkat jumlah kejahatan pembobolan ATM pun terus meningkat dari tahun ke tahun. Selain itu masih banyak kejahatan lainnya seperti skimming, card
trapping, physical attack, malware, false front, transaction reversal,
dan denomination fraud. Kartu ATM, secara teknologi keamanannya sudah
tidak memadai, gampang di duplikasi lewat skimmer dan fisiknya pun mudah
rusak. Sekarang di Indonesia sudah memulai migrasi dari kartu yang
menggunakan chip. Secara teknis kartu ini memiliki keamanan lebih baik
karana memiliki enkripsi yang lebih canggih dan bisa dipakai samapai 10
tahun.
DAFTAR ISI
Judul
Abstrak
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Bab II Landasan Teori
2.1 ATM (Automatic Teller Machine)
2.2 Jenis-Jenis
Kejahatan Keamanan Pada ATM
2.3 Faktor-Faktor Penyebab
Kejahatan Keamanan ATM
Bab III Pembahasan
3.1 Kejahatan Penyalahgunaan ATM yang Banyak Terjadi di Indonesia
3.2 Hukum yang
Mengatur Kejahatan Perbankan di Indonesia
Bab IV Penutup
4.1 Kesimpulan
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
ATM (Automatic Teller Machine)
atau Anjungan Mandiri masih menjadi primadona di Indonesia. Ini terbukti
jika melihat banyaknya atm di sudut jalan, mal-mal hingga supermatket
kecil. Namun hingga kini ATM masih memilki baergagi kelemahan seperti
saldo terpotong namun transaksi gagal, uang yang dikeluarkan ATM rusak,
kartu ATM tertelan dan lain-lain.
Tingkat jumlah kejahatan pembobolan ATM pun terus meningkat dari tahun ke tahun. Contoh kasus kejahatan yang sering terjadi call center palsu. Si pelaku menempelkan nomor call center palsu
di dekat ATM, lalu pelaku memasang alat agar kartu ATM seolah-olah
tertelan. Pelaku kejahatan tersebut menunggu korban di luar ATM. Pelaku
berpura-pura memberi bantuan kepada Korban dan mengarahkan untuk
menelepon call center. Korban yang terperangkap memberikan nomor PIN pada call center palsu.
Setelah korban meninggalkan ATM, pelaku kejahatan yang didekatnya
mengeluarkan kartu ATM yang tertelan dan melakukan transaksi dengan
menggunakan PIN yang disebutkan korban.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 ATM (Automatic Teller Machine)
ATM adalah sebuah alat elektronik yang melayani nasabah bank
untuk mengambil uang dan mengecek rekening tabungan mereka tanpa perlu
dilayani oleh seorang "teller" manusia. Banyak ATM juga melayani
penyimpanan uang atau cek, transfer uang atau bahkan membeli perangko.
ATM sering ditempatkan di lokasi-lokasi strategis, seperti restoran, pusat perbelanjaan, bandar udara, stasiun kereta api, terminal bus, pasar tradisional, dan kantor-kantor bank itu sendiri.
2.2 Jenis-Jenis
Kejahatan Keamanan Pada ATM
Kejahatan kartu ATM yang sering terjadi adalah pemalsuan kartu ATM,
dimana si pelaku kejahatan membuat kartu ATM palsu lengkap dengan magnetic stripe
yang sudah berisi rekaman data dari kartu yang dipalsukan. Selain
memalsukan kartu si pelaku juga mengetahui nomor PIN dari kartu yang
digandakannya.
Cara kebiasaan yang digunakan oleh si pelaku kejahatan untuk
mengetahui nomor kartu dan nomor PIN si korban (nasabah) adalah sebagai
berikut :
- Untuk mencuri PIN biasanya si pelaku mengintip calon korban dari belakang antrian lewat bahu korban yang sedang melakukan transaksi pada mesin ATM, ini bisa terjadi pada tempat-tempat seperti di Mall atau di lobby bank yang letak ATM-nya terbuka. Dan si pelaku pasti orang yang punya daya ingat tinggi karena dapat merekam nomor PIN dikepala hanya dengan sekilas.
- Si pelaku kejahatan memasang kamera kecil (Spycamera) dan Card reader pada mesin ATM. Mesin card reader berfungsi untuk merekam data dari magnetic stripe kartu ATM, sementara kamera kecil yang tersembunyi digunakan untuk mengintip atau merekam nomor PIN korban saat menggunakan keypad ATM.
- Membaca Record Terakhir : Modus yang satu ini tergolong berbahaya, anda tidak akan menemukan keanehan atau sesuatu yang tidak wajar di dalam anjungan atau ruangan ATM, modus kejahatan ATM yang satu ini telah banyak terjadi di luar negeri, cara kerja kejahatan ini membaca record terakhir dari transaksi mesin ATM dengan menggunakan kartu ATM kosong (akan tetapi kartu ATM tersebut telah di program untuk berkerja membaca transksi terakhir dari mesin ATM), dan seandainya si korban atau nasabah melaporkan kejadian seperti ini pada bank yang bersangkutan, tentu si korban akan di tuduh melakukan penipuan, karena transaksi yang dilakukan valid. Kenapa dianggap Valid ? karena biasanya si pelaku kejahatan ikut mengantri transaksi ATM di belakang anda, dengan demikian selisih waktu penarikan uang pun hanya beda beberapa menit, sehingga anda akan dianggap menarik uang secara berturut-turut oleh pihak bank. Bagaimana menghindari kejahatan seperti ini? caranya sangat sederhana, setelah anda melakukan transaksi pengambilan uang atau transaksi apapun yang anda lakukan di mesin ATM, dan setelah kartu anda keluar dari mesin ATM, anda tinggal memasukan kartu anda kembali dan memasukan PIN yang salah atau melakukan cancel, jadi record terakhir yang dibaca atau terekam oleh pelaku adalah PIN yang salah, jadi kita juga perlu nakal untuk menghindari kejahatan. Sip kan ?!
- Modus lainnya dari kejahatan kartu ATM adalah bisa dilakukan oleh oknum pegawai bank, (tapi ini hanya kemungkinan kecil), yaitu dengan cara membuat kartu ATM fiktif melalui nomor rekening nasabah yang tidak menginginkan kartu ATM. Oknum pelaku biasanya memakai rekening yang saldonya besar akan tetapi pasif dalam aktivitas transaksi. Dengan kartu ATM yang fiktif tadi si oknum menguras isi rekening nasabahnya yang tidak aktif tadi dengan nyaman.
- Modus lainya adalah dengan cara agar kartu ATM menyangkut pada ATM slot, dengan menyisipkan sesuatu benda (bisa plastik, permen karet, korek api, atau benang nilon dll) yang akan membuat kartu ATM tertahan didalam. Dan si pelaku kejahatan akan pura-pura membantu atau menolong si korban dengan menyuruh kembali mencoba memasukan PIN, setelah berkali-kali dicoba gagal dan kartu ATM-pun seolah telah ditelan mesin, maka si korban pergi untuk melakukan pengaduan pada bank yang bersangkutan, pada saat si korban pergi, si pelaku kejahatan mengambil kartu dari slot ATM dengan menarik benda yang dipasangnya, selanjutnya menarik tunai uang si korban. Dalam modus ini ada juga si penjahat yang memasang striker palsu serta memalsukan nomor telepon bank, sehingga pada saat si nasabah atau korban menghubungi nomor telepon yang tercantum di stiker palsu, si penjahat akan mengarahkan anda dengan berbagai cara agar anda menyebutkan nomor PIN anda. Modus telepon pengaduan palsu ini, kadang si penjahat bisa menggunakan cara hipnotis melalui telepon, yang akan membuat anda mengkuti semua instruksi si penjahat.
2.3 Faktor-Faktor Penyebab Kejahatan Keamanan ATM
Beberapa faktor penyebab kejahatan pada perbankan khususnya pada ATM, antara lain:
1. Kurangnya pengawasan internal
2. Risiko tinggi dalam industri perbankan
3. Adanya faktor internal
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Kejahatan Penyalahgunaan ATM yang Banyak Terjadi di Indonesia
Dunia perbankan dalam negeri juga
digegerkan dengan ulah Steven Haryanto, yang membuat situs asli tetapi
palsu layanan perbankan lewat Internet BCA. Lewat situs-situs “Aspal”,
jika nasabah salah mengetik situs asli dan masuk ke situs-situs
tersebut, identitas pengguna (user ID) dan nomor identifikasi personal
(PIN) dapat ditangkap. Tercatat 130 nasabah tercuri data-datanya, namun
menurut pengakuan Steven pada situs Master Web Indonesia, tujuannya
membuat situs plesetan adalah agar publik memberi perhatian pada
kesalahan pengetikan alamat situs, bukan mengeruk keuntungan.
Persoalan tidak berhenti di situ.
Pasalnya, banyak nasabah BCA yang merasa kehilangan uangnya untuk
transaksi yang tidak dilakukan. Ditengarai, para nasabah itu kebobolan
karena menggunakan fasilitas Internet banking lewat situs atau alamat
lain yang membuka link ke Klik BCA, sehingga memungkinkan user ID dan
PIN pengguna diketahui. Namun ada juga modus lainnya, seperti tipuan
nasabah telah memenangkan undian dan harus mentransfer sejumlah dana
lewat Internet dengan cara yang telah ditentukan penipu ataupun saat
kartu ATM masih di dalam mesin tiba-tiba ada orang lain menekan tombol
yang ternyata mendaftarkan nasabah ikut fasilitas Internet banking,
sehingga user ID dan password diketahui orang tersebut.
Modus kejahatan ini adalah penyalahgunaan user_ID dan password oleh seorang yang tidak punya hak. Motif kegiatan dari kasus ini termasuk ke dalam cybercrime sebagai kejahatan “abu-abu”. Kasus cybercrime ini merupakan jenis cybercrime uncauthorized access dan hacking-cracking. Sasaran dari kasus ini termasuk ke dalam jenis cybercrime menyerang hak milik (against property). Sasaran dari kasus kejahatan ini adalah cybercrime menyerang pribadi (against person).
3.2 Hukum yang
Mengatur Kejahatan Perbankan di Indonesia
Terungkapanya
beberapa kasus pada sejumlah bank di Indonesia yang diindifikasi telah
melakukan kejahatan di bidang perbankan atau lajimnya disebut kejahatan
perbankan. Yang dikategorikan sebagai kejahatan di bidang perbankan
berdasarkan Undang-Undang No 7 Tahun 1992 sebagaimana diubah dengan
Undang-Undang No 10 Tahun 1998 tentang Perbankan tidak memberikan
definisi yang tertentu tentang kejahatan perbankan. Undang-Undang No 10
Tahun 1998 tentang Perbankan hanya menetapkan Pasal 46 sampai dengan
Pasal 50A adalah kejahatan yang disebutkan pada Pasal 51 Undang-Undang
No 7 Tahun 1992 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang No 10 Tahun 1998
tentang Perbankan mnyebutkan bahwa:
“Tindak pidana yang dimaksud dalam pasal 46, Pasal 47, Pasal 48 ayat (1), Pasal 49, Pasal 50 dan Pasal 50 A adalah kejahatan”.
Meski tidak memberikan definisi tentang kejahatan perbankan, UU perbankan menetapkan 13 definisi dari pasal 46 sampai dengan Pasal 50A. Ketiga belas kejahatan perbankan tersebut dapat digolongkan kepada 4 macam yaitu
- Kejahatan yang berakitan degan perizinan
- Kejahatanyang berkaitan degan rahasia bank
- Kejahatan yang berkaitan degan administrasi, pengawasan dan pembinaan.
- Kejahatan yang berkaitan dengan usaha bank
Dengan
meningkatnya kejahatan di bidang perbankan yang baik dilakukan oleh
pengurus-pengurus bank, bankir-bankir yang memanfaatkan bank yang
dikelolanya dijadikan alat untuk memperkaya diri sendiri atau
kepentingan diri sendiri sebagaimana contoh telah diuraikan sedikit
diatas maupun sebagai jawaban atas meningkatnya resiko yang dihadapi
oleh perbankan maka diperlukan suatu pengawasan dan
pembinaan yang baik terhadap bank yang merupakan kewenangan Bank
Indonesia dan juga penigkatan prinsip kehati-hatian oleh pihak bank
sendiri di dalam menjalankan usahanya.
BAB IV
KESIMPULAN
Dengan meningkatnya kejahatan di bidang perbankan yang baik dilakukan oleh pengurus-pengurus bank, bankir-bankir yang memanfaatkan bank yang dikelolanya dijadikan alat untuk memperkaya diri sendiri atau kepentingan diri sendiri sebagaimana contoh telah diuraikan sedikit diatas maupun sebagai jawaban atas meningkatnya resiko yang dihadapi oleh perbankan maka diperlukan suatu pengawasan dan pembinaan yang baik terhadap bank yang merupakan kewenangan Bank Indonesia dan juga penigkatan prinsip kehati-hatian oleh pihak bank sendiri di dalam menjalankan usahanya.
DAFTAR PUSTAKA
http://sharingvision.com/2013/04/studi-kasus-indonesia-keamanan-layanan-finansial-atm/
http://sekarajeng26.blogspot.co.id/2015_10_01_archive.html
http://www.anneahira.com/kejahatan-perbankan.htm
https://mediatorinvestor.wordpress.com/artikel/kejahatan-kartu-atm-kartu-kredit/
https://freezcha.wordpress.com/2011/02/27/contoh-kasus-cybercrime-bagian1/
https://erwan29680.wordpress.com/2009/03/30/tinjauan-terhadap-kejahatan-perbankan/
http://sekarajeng26.blogspot.co.id/2015_10_01_archive.html
http://www.anneahira.com/kejahatan-perbankan.htm
https://mediatorinvestor.wordpress.com/artikel/kejahatan-kartu-atm-kartu-kredit/
https://freezcha.wordpress.com/2011/02/27/contoh-kasus-cybercrime-bagian1/
https://erwan29680.wordpress.com/2009/03/30/tinjauan-terhadap-kejahatan-perbankan/
LINGKUNGAN KOMPUTASI
LINGKUNGAN KOMPUTASI
Lingkungan
komputasi adalah suatu lingkungan di mana sistem komputer digunakan.
Lingkungan komputasi dapat dikelompokkan menjadi empat jenis : komputasi
tradisional, komputasi berbasis jaringan, dan komputasi embedded, serta komputasi gri.
Pada awalnya komputasi tradisional hanya meliputi penggunaan komputer meja (desktop)
untuk pemakaian pribadi di kantor atau di rumah. Namun, seiring dengan
perkembangan teknologi maka komputasi tradisional sekarang sudah
meliputi penggunaan teknologi jaringan yang diterapkan mulai dari desktop
hingga sistem genggam. Perubahan yang begitu drastis ini membuat batas
antara komputasi tradisional dan komputasi berbasis jaringan sudah tidak
jelas lagi.
Head-Up Display Systems
HEAD-UP DISPLAY SYSTEMS
Sebuah head-up display systems, atau disingkat HUD, adalah
suatu tampilan transparan yang menyajikan data tanpa mengharuskan
pengguna untuk melihat dari sudut pandang biasa mereka. Asal usul nama
ini berasal dari pilot yang dapat melihat informasi dengan kepala
“dinaikkan” dan melihat ke depan, bukan memandang sudut bawah untuk
melihat ke instrumen yang lebih rendah. Meskipun HUD pada awalnya
dikembangkan untuk penerbangan militer, HUD sekarang telah digunakan
dalam pesawat komersial, mobil, dan aplikasi lainnya.
INTERFACING
Komputer saat ini telah
menjadi alat bantu utama bagi manusia dan digunakan bukan hanya untuk
menyelesaikan permasalahan di temapat kerja, membuat program atau
bermain game, tetapi dapat digunakan untuk mengontrol alat melalui
berbagai port yang tersedia dan dikenal dengan istilah Interfacing komputer. Interfacing
(antar muka) adalah bagian dari disiplin ilmu komputer yg mempelajari
teknik-teknik menghubungkan komputer dengan peralatan elektronika
lainnya.
JARINGAN
Jaringan komputer (jaringan) adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer-komputer
yang didesain untuk dapat berbagi sumber daya (printer, CPU),
berkomunikasi (surel, pesan instan), dan dapat mengakses
informasi(peramban web). Tujuan dari jaringan komputer adalah agar dapat mencapai tujuannya, setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta/menerima layanan disebut klien (client) dan yang memberikan/mengirim layanan disebut peladen (server). Desain ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.
TELEMATIKA
Telematika merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya
adalah “TELEMATIQUE” yang kurang lebih dapat diartikan sebagai
bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.
Pertama kali istilah Telematika digunakan di Indonesia adalah pada
perubahan pada nama salah satu laboratorium telekomunikasi di ITB pada
tahun 1978.
Arsitektur Klien - Server
Arsitektur jaringan Client Server merupakan model konektivitas pada jaringan yang membedakan fungsi computer sebagai Client dan Server. Arsitektur ini menempatkan sebuah komputer sebagai Server. Nah Server
ini yang bertugas memberikan pelayanan kepada terminal-terminal lainnya
tang terhubung dalam system jaringan atau yang kita sebut Clientnya. Server
juga dapat bertugas untuk memberikan layanan berbagi pakai berkas (file
server), printer (printer server), jalur komunikasi (server
komunikasi).
Pada model arsitektur ini, Client tidak dapat berfungsi sebagai Server, tetapi Server dapat berfungsi menjadi Client (server non-dedicated). Prinsip kerja pada arsitektur ini sangat sederhana, dimana Server akan menunggu permintaan dari Client, memproses dan memberikan hasil kepada Client, sedangkan Client akan mengirimkan permintaan ke Server, menunggu proses dan melihat visualisasi hasil prosesnya.
Minggu, 08 November 2015
LAYANAN TELEMATIKA
Telematika merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya
adalah “TELEMATIQUE” yang kurang lebih dapat diartikan sebagai
bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.
Pertama kali istilah Telematika digunakan di Indonesia adalah pada
perubahan pada nama salah satu laboratorium telekomunikasi di ITB pada
tahun 1978. Cikal bakal Laboratorium Telematika berawal pada tahun 1960-an.
Sempat berganti-ganti nama mulai dari Laboratorium Switching lalu
Laboratorium Telekomunikasi Listrik. Seiring perjalanan waktu dan
tajamnya visi para pendiri, pada tahun 1978 dilakukan lagi perubahan
nama menjadi Laboratorium Telematika. Ketika itu, nama Telematika tidak
sepopuler seperti sekarang. Pada tahun 1978 itulah, di Indonesia,
istilah Telematika pertama kali dipakai.
Senin, 27 April 2015
TATA CARA TULIS ILMIAH
TUJUAN
Tujuan
pembuatan Tulisan Ilmiah adalah melatih mahasiswa menuangkan hasil pengamatan
atau pembuatan sesuatu atau pengalaman kerja dalam bentuk sebuah laporan
tertulis berdasarkan kaidah penelitian ilmiah.
SILOGISME KATEGORIAL
TUGAS KELOMPOK BAHASA INDONESIA 2
ANGGOTA:
1. RADEN FAJAR YOGA A (15112841)
2. ALKE ATMANDA (10112654)
3. ARIEF HERMAWAN (11112090)
4. MUHAMMAD NUR (15112022)
ANGGOTA:
1. RADEN FAJAR YOGA A (15112841)
2. ALKE ATMANDA (10112654)
3. ARIEF HERMAWAN (11112090)
4. MUHAMMAD NUR (15112022)
Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan
kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis
yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya
menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi
subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term
penengah (middle term).
Senin, 27 Oktober 2014
KALIMAT DASAR
A. Pengertian Kalimat
Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Sedangkan dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.) untuk menyatakan kalimat berita atau yang bersifat informatif, tanda tanya (?) untuk menyatakan pertanyaan dan tanda seru (!) untuk menyatakan kalimat perintah. Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki sebuah subjek (S) dan sebuah predikat (P). Kalau tidak memiliki kedua unsur tersebut, pernyataan itu bukanlah kalimat melainkan hanya sebuah frasa. Itulah yang membedakan frasa dengan kalimat.
Sabtu, 18 Oktober 2014
DIKSI
Diksi, dalam arti aslinya dan pertama, merujuk pada pemilihan kata dan
gaya ekspresi oleh penulis atau pembicara. Arti kedua, arti
"diksi" yang lebih umum digambarkan dengan enunsiasi kata -
seni berbicara jelas sehingga setiap kata dapat didengar dan dipahami hingga
kompleksitas dan ekstrimitas terjauhnya. Arti kedua ini
membicarakan pengucapan dan intonasi, daripada pemilihan kata dan
gaya.
Minggu, 12 Oktober 2014
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)
A. SEJARAH EJAAN BAHASA INDONESIA
Sebelum
jauh membahas mengenai ejaan yang disempurnakan saya akan menjelaskan
perkembangan sejarah ejaan Bahasa Indonesia. Berdasarkan sejarah
perkembangan ejaan, Bahasa Indonesia sudah mengalami beberapa perubahan,
antara lain:
Langganan:
Postingan (Atom)